Selasa, 15 Januari 2008

Menggambar bersama Belalang.


Menggambar bagi anak kecil merupakan kegiatan menyenangkan. Mereka bukan menggambar bak seniman yang bermaksud membuat suatu masterpiece. Pikiran itu milik dunia dewasa dan jauh dari pikiran anak-anak. Kalaupun sampai ada anak yang demikian, pastilah karena campur tangan dunia dewasa. Anak anak menggambar untuk berkomunikasi. Bagi mereka menggambar itu berbicara, berbicara dengan warna, bentuk, objek dan garis. Apa yang dikomunikasikan? Banyak dan tak terbatas. Barangkali dunia dewasa punya aturan aturan tentang apa yang boleh dan tidak digambar. Dunia anak yang polos itu tidak demikian. Anak dengan jujur bisa berkisah tentang hal hal yang dianggap sepele oleh kaum dewasa. Anak bisa menggambar kejadian pertama kali ia bisa mengikat tali sepatu sendiri, anak bisa menggambar mimpinya, ia bisa menggambar perasaannya, ia bisa menggambar hujan dsbnya. Kegiatan menggambar juga tak perlu tempat khusus, bisa dimana dan kapan saja. Foto Kayla sedang menggambar menunjukkan hal tsb. Kayla menggambar sambil bercanda dengan seekor belalang sembah di TK Kuntum Mekar. Kayla bukan sedang menggambar belalang, tetapi menggambar bersama belalang. Secara kongkrit ia mengalami/menghayati belalang. Ini pelajaran buat kita: Apakah orang dewasa pernah mencoba hal ini? Pernahkan menggambar kucing/ bunga bukan sebagai objek yang harus diam untuk ditiru, tetapi sambil di pegang, dicium harumnya, atau kalau kucing dibelai dan duduk dipangkuan kita?

Tidak ada komentar: